Apa Itu UMKM ?
UMKM adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Thn 2008.
- Usaha mikro : kekayaan bersih mencapai Rp 50.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha
- Usaha kecil : kekayaan bersih Rp 50.000.000,- hingga Rp 500.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Omset setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,- s/d Rp 2.500.000.000,-.
- Usaha menengah : kekayaan bersih dari Rp500.000.000,- hingga Rp10.000.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp2,5 miliar s/d Rp50 miliar,-. Bukan merupakan cabang maupun bagian dari Perusahaan Besar/BUMN.
Sebagai bentuk kepedulian pada Kemajuan Pembangunan di Propinsi Bali, kami telah menyusun beberapa tulisan, video, webinar, maupun in-class training yang dapat memberikan informasi serta langkah-langkah yang diperlukan oleh masyarakat yang hendak ber-wirausaha membangun perusahaan sendiri.
05 October 2020
Ayo, Buat Strategi Agar Hobi Kamu Bisa Jadi Peluang Usaha!
Jika kamu memang berkomitmen untuk mengubah hobi-mu agar dapat menjadi peluang usaha dan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat, maka kamu harus pelajari terlebih dahulu potensi dari hobimu itu. List dan breakdown satu per satu ide yang mungkin menjadi peluang usaha, agar bisa kamu kembangkan dan menguntungkan.
Berikut adalah 10 langkah efektif yang dapat membantumu membuat strategi untuk memanfaatkan hobimu agar menjadi usaha yang menguntungkan.
1. Riset Hobi kamu se-detail mungkin sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha.
Pertama kali kamu harus melakukan riset terhadap hobi yang ingin dijadikan sebagai sebuah usaha yang menguntungkan. Riset akan memberikan wawasan tentang keputusan dan metode yang akan kamu gunakan untuk mengeksekusi ide peluang usaha yang kamu ciptakan.
Mulailah dengan menjawab pertanyaan seperti :
Apa yang ingin kamu tawarkan ke audiensmu?
Misal, kamu jago dalam hal photography dan kamu ingin mengajarkan cara mengambil photo yang baik, bagaimana cara penyampaiannya agar lebih mudah di terima oleh audiens?
Siapa Pesaingmu dan apa nilai lebihmu daripada pesaingmu?
Misal, Hobimu menulis memasak kue, dan pesaingmu sudah mempunyai banyak penggemar, agar kamu tidak kalah saing kamu sejak dini harus memikirkan nilai lebihmu agar orang-orang tahu nilai lebih dari masakanmu yang tidak ada di masakan lain.
Apakah kamu bisa menjangkau targetmu?
Contoh, Kamu jago dalam hal membuat desain digital untuk logo dan kemasan produk dan kamu siap menawarkan jasa desainmu, nah otomatis target pasarmu adalah para pengusaha dan pebisnis. Kamu harus masuk ke dalam komunitas dan grup bisnis, dengan begitu kamu akan mudah menawarkan jasamu.
Sebelum memulai bisnis, pastikan untuk memahami siapa target pasarmu.
2. Evaluasi Ulang Hobi yang akan dijadikan sebagai Ide Peluang Usaha.
Setelah selesai melakukan penelitian, selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah Evaluasi Ulang idemu. Caranya adalah dengan mempertimbangkan kembali semua pendapat pro dan kontra sekali lagi.
Beri tahu orang-orang di sekitarmu tentang rencanamu dan minta pendapat dari mereka, karena mereka mungkin menyarankan beberapa ide untuk menyempurnakan ide yang telah kamu buat. Dan ingatlah ide kamu bisa menjadi lebih baik jika dievaluasi dan diperbaiki sebelum menjalankan bisnis.
Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu evaluasi:
Apakah kamu yakin ingin mengubah hobi menjadi sebuah peluang usaha?
Beberapa percaya bahwa mereka mungkin kehilangan minat dalam hobi jika menjadikannya sebagai pekerjaan. Apakah kamu siap untuk memperpanjang kenginan mu? Bahkan ketika kamu sedang tidak ada motivasi dan inspirasi? Apakah kamu siap untuk mendapat banyak masalah?
Apakah kamu yakin bisa mengubah hobi menjadi peluang usaha melalui strategi bisnis yang matang?
Selain keinginanmu, apakah kamu memiliki sumber daya, keterampilan, relasi, dan pengalaman yang diperlukan untuk membuat inspirasi dan gagasanmu menjadi sebuah kisah sukses?
Apakah ide peluang usaha kamu itu dapat memenuhi kebutuhan seseorang atau memecahkan sebuah masalah?
Banyak orang menghabiskan uang untuk keputusan dan sebuah keinginan: jika ide peluang usaha dan bisnismu tidak memberikan itu, akan sangat susah langkahmu untuk mencapai sukses. Kamu harus membuat rasa ketertarikan audience mu untuk produk/ layananmu terlebih dulu, lalu kemudian memberikannya sebagai keputusan yang jelas.
3. Ide peluang usaha terbaik adalah ide yang dapat membantu orang untuk memecahkan sebuah masalah.
Menulis rencana bisnis tentang peluang usaha yang dapat kamu lakukan akan menjelaskan semua aspek bisnis masa depan-mu dan membantu-mu melihat bagaimana cara untuk menerapkannya.
Rencana yang baik meliputi:
- Analisis produk. Produk atau layanan apa yang akan kamu tawarkan?
- Analisis Pasar. Seberapa berat pasarmu dan seberapa cepat perubahannya?
- Analisis tingkat kompetisi. Siapa pesaingmu? Keuntungan dan kelemahan mereka? Apa yang membuatmu berbeda dari mereka?
- Analisis Audiens. Siapa target audiens/pasar mu? Apa kebutuhan mereka? Dengan kata lain, buatlah profile/segmen pembeli.
- Rencana pemasaran. Apa metode mu untuk mencapai target? Saluran pemasaran apa yang akan kamu gunakan?
- Realisasi. Langkah apa yang harus kamu ambil untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam setahun? Dalam tiga tahun? Dalam lima tahun?
- Rencana pembiayaan. Apakah kamu memiliki modal awal, atau apakah kamu akan menemukan investor? Apa keuntungan yang kamu harapkan selama lima tahun ke depan?
Menulis rencana bisnis adalah proses yang rumit, dan kesuksesan bisnis kamu bergantung padanya. Perencanaan terperinci membantu bisnis kamu tumbuh lebih cepat.
4. Rajinlah berinteraksi dengan konsumenmu. Tawarkan benefit dan promo sebagai langkah awal usaha kamu!
Mulailah dengan memberikan layanan gratis untuk membangun portofolio yang akan menguntungkanmu dengan membentuk branding produkmu. Misal, Jika kamu baru memulai bisnis makanan, untuk penawaran awal kamu bisa memberikan service free ongkir atau bisa juga mengantarkan langsung produkmu kepada konsumen sehingga kamu dapat langsung berinteraksi dengan mereka. Jangan lupa minta pendapat (feedback) serta mendokumentasikan testimoni jika konsumen-konsumenmu merasa puas.
Akan berbeda ceritanya apabila kamu mendapatkan feedback negatif, karena dampaknya akan sangat besar!
Feedback negatif akan berdampak jauh lebih besar daripada feedback positif jika hal tersebut disampaikan melalui media-media yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Luangkan waktu kamu untuk menghubungi pelanggan yang tidak puas dan kemudian ubah produk atau layananmu menjadi lebih baik. Reputasi bisnis kamu akan ditentukan oleh bagaimana caramu penyikapi feedback negatif ini.
Jika kamu ingin memulai ide peluang usaha kamu dan ingin menjual sebuah produk, maka buatlah jaringan dengan orang-orang yang memiliki jaringan yang besar dalam celah pasar yang jadi target-mu, kirimkan sampel gratis, mintalah umpan baliknya. Kebanyakan dari mereka memiliki ribuan pengikut setia yang mungkin menjadi pelanggan pertamamu.
5. Bangunlah Merk (Brand) produkmu dengan membangun Network yang sesuai dengan produkmu!
Langkah pertama yang sangat penting untuk memulai sebuah ide peluang usaha adalah membuat nama merk (BRAND) yang tepat untuk bisnismu, tapi ini adalah tantangan besar untuk menghasilkan ide yang unik.
Kamu harus benar-benar memilih nama merk yang akan kamu gunakan untuk membranding produkmu. Agar merkmu bisa lebih dikenal inilah beberapa tips untuk mencari nama merk :
- Pastikan tidak ada bisnis lain dengan nama yang sama.
- Apakah nama merkmu mudah ditulis dan diucapkan?
- Apakah itu menempel pada ingatan?
- Semakin pendek, semakin baik, nama satu kata adalah pilihan terbaik.
- Pikirkan sebuah logo. Apakah itu termasuk dalam nama merkmu?
- Pikirkan jangka panjang. Apakah nama merk-mu akan bisa dipergunakan dalam jangka waktu panjang, atau nanti jika berkembang apakah merk-mu masih relevan?
- Periksa apakah nama merkmu tersedia di media sosial. Nama panggilan “jasa desain interior” di Twitter atau Instagram tidak akan bisa menemukan merkmu, bukan?
Dan yang terakhir namun tidak kalah pentingnya: Pakailah merkmu atau jadilah diri mu sendiri. T-shirt atau goodie bag dengan logo dan alamat web kamu akan menjadi hal yang baik untuk dicoba.
6. Mulailah membuat sebuah situs website untuk bisnismu.
Setelah nama merk dan logo kamu siap, saatnya untuk memikirkan akun situs web dan media sosial.
Kamu tidak perlu menjadi pengembang web dengan keterampilan dalam coding. Kamu dapat menggunakan jasa pengembang web yang saat ini sudah banyak ada di masyarakat. Dan juga jika kamu menggunakan CMS seperti WordPress, Blogspot, dll. kamu akan dimudahkan lagi karena banyaknya template desain website gratis maupun premium yang disediakan yang pastinya akan cocok dengan keinginanmu.
7. Bangun kepercayaan dengan mulai menulis blog.
Peluang usahamu akan lebih menjadi atraktif saat kamu mulai menyajikan artikel-artikel informatif yang berkaitan dengan peluang usahamu di dalam blog website kamu.
Sebuah blog adalah instrumen yang sempurna untuk memperkenalkan penawaran kamu kepada target konsumen, sekaligus menunjukkan pengalaman kamu di bidang ini.
Ada banyak cara untuk mempromosikan postingan blog yang telah kamu buat, minimal yang dapat kamu lakukan adalah menulis artikel yang menarik dan relevan bagi pembaca yang kamu maksud. Begitu artikelmu menarik dan memberi wawasan kepada pembaca, akan menjadi lebih mudah untuk mengubahnya menjadi pelanggan.
Itulah sebabnya kualitas konten sangat penting bagi kebanyakan bisnis online, semakin tinggi, semakin banyak penjualan yang dipacu dan semakin banyak prospek yang dihasilkannya.
Blog kamu adalah kunci untuk membangun Brand Awareness dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis mu!
8. Kembangkan kemampuanmu dalam berbagai aspek!
Kamu tidak bisa membuat ide peluang usaha kamu tumbuh dan sukses tanpa pengembangan diri. Para ahli memiliki pengetahuan langsung tentang apa yang diperlukan untuk menjadi yang terbaik dan menjadikan ide peluang usaha sukses. Kamu perlu belajar dan analisa yang berkelanjutan tentang pesaing, berita, dan inovasi di lapangan.
Kembangkan keterampilanmu, pelajari hal-hal baru, perhatikan TARGET yang ingin kamu capai, dan tetaplah mengikuti trend. Hadirilah lokakarya dan seminar terkait untuk mendapatkan:
- Pengetahuan baru. Belajar dari ahli adalah investasi terbaik dalam pengetahuanmu dan juga dapat memicu pengembangan intelektualmu.
- Pelatihan profesional. Wawasan dari para ahli akan melatih keahlian kamu dan tentu kamu bisa menanyakan hal yang mungkin belum kamu ketahui kepada ahlinya.
- Jaringan Baru. Dengan mengikuti beberapa seminar dan event tentunya kamu akan mendapat kenalan baru yang tentunya akan berbeda profesi denganmu dan akan menambah pengetahuanmu dari sudut yang berbeda.
9. Jangan anggap bisnismu sebagai hobi!
Untuk menggerakkan dan bisa memajukan sebuah peluang usaha agar sukses, kamu harus berhenti memikirkan sebuah peluang usaha dan bisnismu saat ini sebagai hobi, karena usaha yang sukses adalah usaha yang benar-benar di-riset, uji coba dan terapkan. Jika kamu masih memikirkan usahamu sekarang sebagai hobi, maka kamu akan setengah-setengah dalam mengerjakannya.
Anggap saja usahamu sebagai bisnis dan sumber pendapatan utama kamu. Dapatkan saran keuangan, siapkan sistem kontrol akuntansi. Dengan kata lain, ambillah dasar bagi startup yang menguntungkan masa depan kamu.
10. Jangan Menyerah Untuk Terus Mencoba!
Jangan berhenti jika ide dan peluang usaha dari hobi kamu gagal. Pertimbangkan cara alternatif baru dalam usaha monetisasi hobi kamu.
Kembali pada contoh dengan menjual makanan, alternatifnya mungkin seperti berikut:
- Mulai dan uangkan masakanmu dengan membuat varian masakan baru.
- Mulai dan monetisasi saluran YouTube dengan memberikan konten edukatif tentang makanan sehat terhadap pemirsamu.
- Luncurkan situs e-commerce untuk menjual produkmu.
- Mulailah menyediakan layanan untuk menyediakan barang-barang yang berhubungan dengan konsumenmu.
Apa yang membuat peluang usaha dan seorang pengusaha sukses berbeda adalah kemampuan untuk menemukan keberanian untuk bangun dan memulainya lagi.
Memotivasi dan Menginspirasi Diri Sendiri !!!
Bila kamu mengerjakan sesuatu hanya sendiri, cukup menantang untuk tetap termotivasi di setiap kesempatan. Wajar bila kamu mengalami penurunan motivasi dan produktivitas dari waktu ke waktu. Perasaan bosan, lelah, rutinitas sehari-hari, emosi – alasannya mungkin berbeda. Siapa tahu, mungkin yang kamu butuhkan hanyalah sedikit istirahat atau refreshing?
Cobalah lakukan kiat berikut untuk menjaga semangatmu:
1. Prioritaskan! Buatlah to-do-list yang akan kamu kerjakan dalam satu minggu. Urutkan kegiatan yang memberikan dampak yang paling signifikan hingga yang tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kesuksesanmu.
2. Mulai saja Mengutip Stephen King, “saat paling menakutkan selalu datang sebelum kamu memulainya” Mulailah dan semuanya akan bergulir. Setelah menyelesaikan satu tugas, ber-istirahat sebentar mengambil nafas lalu bersiap lagi untuk pencapaian baru.
3. Luangkan waktu Nikmati setiap keberhasilan-keberhasilan kamu, sekecil apapun itu, dan itu akan memotivasi kamu untuk melanjutkan semua usahamu. Jika kamu lelah terus menerus mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai, buatlah jeda, lakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaanmu, seperti menonton film, mendengarkan musik atau mungkin rekreasi melihat alam bebas, dan setelah itu kamu akan bisa kembali ke pekerjaan dengan kekuatan baru.
Apapun usaha yang ingin kamu kembangkan, satu hal yang harus kamu yakini adalah "Hasil Tidak Akan Pernah Meng-khianati Usaha Kita" !!!
Semoga berhasil!
PROFIL PENULIS :
Ni Nyoman Sutari
Praktisi UMKM
Indonesia